Diperkirakan Pertumbuhan Properti Belum Pulih Pada Akhir Tahun dan Akan Bangkit Di Semester II

Pemerintah telah mengeluarkan beberapa stimulus, seperti diantaranya suku bunga, rasio LTV (Loan to Value), dan KPR (Kredit Pemilikan Rumah) pada inden kedua. Sejumlah stimulus tersebut dirasa bisa menjadi pendorong yang dapat menggerakkan kembali sektor properti yang tengah dalam keadaan lesu. Namun begitu, stimulus tersebut tidak langsung dapat berdampak begitu saja pada bidang properti.

Andrianto P Adhi

Menurut Adrianto P. Adhi selaku Presiden Direktur PT Summarecon Agung Tbk menuturkan bahwa industri properti diperkirakan belum sepenuhnya pulih pada akhir tahun 2016 ini. Lantaran saat ini masih banyak masyarakat yang belum mengetahui dan menguasai tentang program tax amnesty atau pengampunan pajak. Sehingga masyarakat masih menunggu dan sambil mengamati kebijakan pemerintah tersebut.

Adapun yang dimaksud dengan program tax amnesty adalah suatu pengurangan atau pengampunan pajak terhadap properti yang merupakan milik sebuah perusahaan, dan nantinya dengan segera akan ditata melalui UU Pengampunan Nasional. Adapun hal-hal terkait dalam program tersebut, yakni penghapusan terhadap saksi pidana di bidang perpajakan, sanksi administrasi, sanksi tertentu yang diwajibkan membayar uang tebusan, dan penghapusan pajak terutang.

Pengampunan Pajak

Sambung Adrianto, bahwa sektor properti akan terlihat pulih kembali pada awal tahun depan. Pasalnya, sudah banyak masyarakat yang memiliki tabungan, untuk segera membeli sebuah properti. Jadi, disaat para pemilik uang merasa bahwa sudah waktunya untuk membeli properti, terlebih lagi menganggap bahwa properti merupakan salah satu investasi yang sangat menjanjikan di masa depan. Perlambatan properti ini dirasa merupakan sebuah momentum yang tepat untuk melakukan penanaman modal. Pada dasarnya disaat kondisi pasar yang tengah melambat seperti sekarang ini, sejatinya masyarakat bukan menghidari untuk berinvestasi, tetapi saatnya untuk membeli properti, lantaran harganya yang secara umum akan terkoreksi.

Berbeda dengan Adrianto, menurut IPW (Indonesia Property Watch), bahwa proyeksi industri properti diperkirakan akan bangkit pada semester II-2016. Ini terkait dengan pemerintah yang memberikan berbagai stimulus, dimana salah satunya yakni kebijakan penyederhanaan dalam persoalan izin melalui Paket Ekonomi XIII.

Ali Tranghanda

Ali Tranghanda yang saat ini menjabat sebagai Direktur Eksekutif IPW menjelaskan jika berdasarkan indikator properti dan ekonomi nasional, maka akan terjadi pembangkitan sektor tersebut pada semester II-2016, dan akan menjadi semakin luar biasa, dengan hadirnya berbagai kebijakan pada Paket Ekonomi XIII, yang dimana dinilai akan menjadi pendorong pasar properti Tanah Air.

Properti

Selama negeri ini merdeka, belum pernah muncul stimulus sebanyak ini di sektor industri properti. Walaupun nantinya akan banyak risiko yang muncul, tetapi semangat dari pemerintah ini dapat membangkitkan Indonesia dari keterpurukan. Stimulus sebanyak ini juga harus dipersiapkan secara matang, agar pada prosesnya berjalan secara efektif dan sesuai akan rencana. Namun tentu upaya ini adalah awal yang baik dan luar biasa dari pemerintah, yang dimana menempatkan sektor properti sebagai salah satu upaya dalam menggerakkan perekonomian nasional.