Jokowi Berharap Para Pengusaha Terbuka Mengenai Kendala Investasi

Ir. Joko Widodo selaku Presiden Republik Indonesia minta kepada seluruh para penguasa baik yang bergerak di bidang properti, maupun bidang lainnya agar menjelaskan mengenai kendala-kendala yang dimana selama ini menjadi penghambat masuknya investasi ke Tanah Air. Presiden menuturkan bahwa hingga saat ini kondisi ekonomi global dapat dibilang belum pulih, lantaran beragam gejolak. Dimana beragam gejolak tersebut belum menemukan solusi terbaik dan jawaban yang dirasa sangat konkret saat para petinggi dari negara-negara G20 yang pada beberapa minggu lalu berkumpul di Hangzhou, China.

Ir. Joko Widodo

Walau pertemuan negara G20 tersebut belum berhasil menemukan solusi untuk mengatasi permasalahan ekonomi global, namun Jokowi memetik poin penting dari hasil pertemuan tersebut, yang disisi lain Narendra Modi selaku Perdana Menteri India masih merasa optimis akan pertumbuhan ekonomi negara India yang akan tetap stabil. Jokowi pun juga merasa hal yang sama, dimana beliau merasa bahwa masih terdapat banyak peluang yang dapat kita raih.

Presiden RI menilai bahwa pertumbuhan Tanah Air juga tetap akan berkembang dan akan semakin membaik, dengan syarat terdapat berbagai pembenahan di berbagai sektor yang sejauh ini menjadi penghambat. Selain itu, dengan tidak bergantungan pada Anggaran Pendapatan Belanja Negara, dapat berdampak pada stimulus pertumbuhan yang akan membaik.

Pengusaha

Jokowi meminta kepada para pengusaha seperti diantaranya HIPMI, dan Kadin Pak Rosan, serta Apindo untuk menyampaikan beberapa kendala yang dirasa masih menjadi penghambat, walaupun pemerintah telah berusaha untuk merampungkan berbagai permasalahan tersebut.

Sementara itu, Badan Anggaran telah memberikan keputusan bahwa angka pertumbuhan yang harus dicapai pada tahun depan (2017) yakni sebesar 5,1 persen. Angka ini lebih rendah dari angka yang diajukan pada awalnya, yakni sebesar 5,3 persen.

Suahasil Nazara

Suahasil Nazara yang kini menjabat sebagai Kepala Badan Kebijakan Fiskal menjelaskan bahwa pada tahun 2017 nanti, akan terdapat potensi tambahan effort. Tetapi sebelumnya, pemerintah akan melakukan baik intensifikasi maupun ekstensifikasi pada tahun depan. Kemkeu pun juga merasa optimis bahwa target sebesar 5,1 persen mengenai pertumbuhan ekonomi akan tercapai. Rasa optimis ini berkat adanya peningkatan pada nilai penanaman modal di tahun 2017 mendatang. Dimana diperkirakan bahwa nilai penanaman modal akan meningkat di angka 6 persen.

Pembangunan Infrastuktur

Adapun peningkatan nilai dari penanaman modal ini, tak lepas dari salah satu upaya pemerintah melalui program pengampunan pajak. Dengan program ini, aliran dana dari warga negara Indonesia yang tinggal di luar negeri akan masuk ke dalam pasar modal, dan juga akan disalurkan dalam proyek pembangunan infrastruktur Tanah Air. Dengan kata lain, jika masyarakat memiliki dana lebih, harus mengikuti tax amnesty, yang dimana uang lebih tersebut sejatinya dapat digunakan sebagai investasi. Untuk mencapai level 6 persen, tentunya harus memperhatikan secara menyeluruh mengenai perekonomian.