Bank Dunia Prediksi Perekonomian Indonesia Terus Tumbuh

Pihak Bank Dunia (World Bank) baru saja merilis data proyeksi pertumbuhan ekonomi hingga tahun 2018 mendatang. Kabar baik untuk Tanah Air, bahwa Bank Dunia memprediksi dan meyakini perekonomian Indonesia akan terus mengalami pertumbuhan secara perlahan hingga mencapai tahun 2018 akhir. Hans Anand Beck selaku Ekonom Senior Bank Dunia menjelaskan bahwa perekonomian Tanah Air akan mengalami kenaikan sebesar 5,1 persen pada tahun 2016 ini. Sedangkan pada tahun 2017 mendatang, diperkirakan akan tumbuh mencapai persentase sebesar 5,3%.

bank dunia

Pada tahun 2018 mendatang, diproyeksi bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia akan mencapai persentase sebesar 5,5 persen. Walaupun ekonomi Tanah Air nantinya akan dipengaruhi terhadap ekonomi secara global, akan tetapi pihak Bank Dunia meyakni akan tetap tumbuh, terlebih lagi dari upaya Pemerintah yang mengoptimalkan pendapatan negara melalui pajak dengan menghadirkan program tax amnesty. Dimana program tersebut pada periode pertama terbukti sukses, dan meningkatkan pendapatan negara. Hans menambahkan jika nantinya juga terdapat beberapa hambatan dari perdagangan dunia, kelanjutan perkembangan ekonomi global, dan termasuk juga dari sisi eksternal, serta ketidakpastian dari The Fed di AS yang masih berlanjut hingga kini, dan juga faktor harga komoditas.

komoditas

Pendapat yang sama disampaikan oleh Sudhir Shetty selaku Kepala Ekonom Bank Dunia di Kawasan Asia Timur dan Pasifik bahwa perekonomian Indonesia terus mengalami pertumbuhan hingga akan berada pada titik 5,5 persen di tahun 2018. Konsistensi tumbuhnya perekonomian Indonesia ini akan terwujud, jika pertumbuhan investasi di Tanah Air juga membaik. Selain faktor investasi, Sudhir menambahkan jika perbaikan iklim investasi dan juga kenaikan penerimaan juga akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi Indonesia.

pertumbuhan ekonomi

Supaya asumsi pertumbuhan ekonomi tercapai, Indonesia disarankan untuk tidak terpaku pada ekspor bahan komoditas. Lantaran jika harga komoditas jatuh, akan dapat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi Tanah Air dalam jangka waktu yang panjang. Memang secara umum bahwa ekonomi Indonesia selama ini masih bergantung di komoditi. Pasalnya di tahun 2014 lalu, harga minyak jatuh dan cukup berdampak pada perekonomian Tanah Air. Sehingga, Indonesia tidak boleh lagi bergantung pada sektor komoditas di masa yang mendatang.

asia pacific

Sementara secara luas, Bank Dunia mencatat bahwa ekonomi negara yang terletak di kawasan Asia Pasifik seperti negeri Tiongkok (China) akan dapat terus bertahan, lantaran terdapat peningkatan konsumsi domestik. Bahkan, konsumsi domestik tersebut dapat menahan perekonomian Tiongkok di level 6 persen keatas. Tak hanya Tiongkok, tetapi juga ekonomi beberapa negara di wilayah Asia Pasifik dan Asia Timur akan mengalami peningkatan berkat adanya peningkatan sektor konsumsi domestik. Victoria Kwakwa selaku Wakil Presiden Bank Dunia untuk Kawasan Asia Timur dan Pasifik menyampaikan pendapatnya bahwa konsumsi domestik mampu menjadi penyimbang terhadap pelemahan ekonomi dunia yang hingga kini masih rasakan oleh beberapa negara di seluruh dunia.