Kemdikbud Berangkatkan 115 Guru Ke Negeri Malaysia

Sebanyak 115 guru diberangkatkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) ke negeri jiran, Malaysia. Guru-guru tersebut nantinya akan ditugaskan untuk mendidik dan juga mengajar para anak-anak yang orang tuanya bekerja sebagai TKI (Tenaga Kerja Indonesia). Muhadjir Effendy selaku Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada saat pelepasan guru-guru tersebut di Jakarta mengatakan bahwa saya yakin sekaligus percaya, kalian semua dapat menjadi pembangkit bagi para peserta didik, untuk menjadikan mereka orang-orang yang memiliki karakter, dan pembelajar selama hidupnya.

muhadjir effendy

Effendy menambahkan bahwa seluruh guru yang diberangkatkan tersebut tak hanya bertugas untuk mendidik para anak TKI saja, melainkan juga menjaga dan mempertahankan martabat bangsa Indonesia di mata negara-negara lain. Ia juga mengharapkan para guru dapat menjalankan tugasnya dengan baik, yakni mengajar pendidikan Indonesia di negeri tetangga.

malaysia

115 guru tersebut nantinya akan ditempatkan di beberapa tempat, antara lain Pusat Pembelajaran Komunitas yang terletak di Kota Tawa dan Kinabalu, sejumlah Sekolah juga di Kota Kinabalu, serta Pusat Belajar Humana yang berlokasi di Sarawak, Johar Baru, dan Kemanggisan. Berdasarkan data yang dirilis oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bahwa dari jumlah total 53.687 anak Indonesia di Malaysia, baru 24.856 anak yang bisa merasakan layanan pendidikan. Sehingga, secara garis besar bahwa masih banyak anak Tanah Air yang tinggal di Malaysia belum dapat pendidikan. Berdasarkan data tersebut juga, bahwa hingga kini jumlah tenaga didik Indonesia hanya sebanyak 223 guru di Malaysia.

Disisi lain, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan berencana tak hanya memberangkatkan guru ke negeri Malaysia saja, melainkan juga ke negara Arab Saudi. Ini lantaran negara dengan julukan Negeri Minyak juga termasuk dalam negara yang memiliki banyak anak dari para pekerja TKI.

guru

Muhadjir Effendy menjelaskan bahwa selama ini anak-anak mendapatkan layanan pendidikan di sekolah yang diselenggarakan oleh negara tempat para orang tuanya meraup rezeki. Tetapi yang disayangkan bahwa kurikulum pendidikan di sana tidak sama dengan yang diterapkan di Tanah Air. Bahkan lebih parahnya lagi, mereka anak-anak TKI tidak mengenal dari mana mereka berasal. Sehingga pihak Kemdikbud mengerti betapa pentingnya untuk menanamkan rasa nasionalisme sejak dini.

Pria kelahiran 29 Juli 1956 ini menekankan bahwa untuk menjadi seorang guru harus memiliki tiga hal. Pertama, tidak ada kata untuk tidak melanjutkan proses belajar walaupun telah mengajar. Kedua, seorang guru profesional harus memiliki rasa tanggung jawab yang kokoh, dan memiliki rasa kesejawatan, bahwa pekerjaan guru adalah panggilan secara alam. Ketiga, harus saling membangun kerja sama satu sama lain dengan guru lain agar terbentuk hubungan yang harmonis, dan memperkokoh kerja sama.

anak-anak

Sementara itu, Sumarna Surapranata selaku Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan Kemdikbud menuturkan bahwa pihaknya juga mengharapkan dapat menjalin kerja sama dengan beberapa negara lain, tentunya agar dapat mengirim tenaga pendidik disana.